FINALIS CAPSTONE Β· PIDI 2026 β€” BANK INDONESIA

Mengubah Siswa dari Penonton Pasif Jadi Ko-Kreator Cerita.

Infrastruktur EdTech phygital β€” kartu pintar RFID, Smart Box ESP32-S3, dan Gemini AI β€” menghadirkan pembelajaran imersif seharga <Rp1,5 juta/kelas, bukan ratusan juta rupiah untuk lab VR/AR konvensional.

Alur Sistem β€” Live & Berjalan Hari Ini
Scan Kartu RFID
ESP32-S3 Β· <1 detik
AI Meracik Cerita
Gemini Β· <4 detik end-to-end
Analitik Guru
Arc sentimen & jejak kartu
Siap Skala 50+ Sekolah
Ops & fleet monitoring
Masalah

Ekspektasi Talenta Digital, Realitas Kesenjangan Infrastruktur

Tuntutan nasional mencetak generasi inovator dan pemecah masalah untuk ekonomi digital berbenturan dengan kenyataan di kelas: siswa Gen-Z terjebak literasi pasif saat mempelajari sejarah & budaya lokal, sementara teknologi imersif konvensional (VR/AR) memicu pemborosan anggaran dan gagal menjangkau sekolah sub-urban.

Guru menghabiskan 4-6 jam/minggu menyiapkan presentasi statis satu arah β€” siswa jadi konsumen pasif, kehilangan identitas budaya lokal.

Rp150-300jt
Biaya pengadaan lab VR/AR konvensional per kelas
Terisolasi
Ekosistem VR: individual/headset, tanpa interaksi sosial kelas
Statis & Hardcoded
Buku teks konvensional pasif & mati; konten VR terbatas, tidak adaptif terhadap respons siswa
Solusi

Infrastruktur Phygital, Zero-Configuration

Kartu RFID + Cloud AI Gemini. Dioperasikan tanpa konfigurasi rumit, diakses lewat HP siswa sendiri (Bring Your Own Device).

Edge Hardware Layer

Smart Box ESP32-S3 membaca 50 Kartu Pintar RFID secara event-driven β€” titik baca plug & play tanpa proyektor.

01 β€” Pemindaian Fisik
Cloud Orchestration Layer

Prompt engineering per-tema (24 varian) + Gemini API lewat koneksi HTTPS/TLS terautentikasi device token β€” ekstraksi narasi, analisis sentimen, text-to-speech.

02 β€” Kecerdasan Adaptif
Client Interface Layer

Dashboard "Buku Panggung" β€” data disiarkan real-time lewat WiFi lokal ke HP siswa (BYOD), lengkap mode gelap/terang & kontrol ukuran teks.

03 β€” Panggung Kolaboratif
<4 Detik
Latensi sistem end-to-end
3 Lapis
Keamanan β€” HTTPS, device token, rate limiting
0 Detik
Setup β€” nyalakan Smart Box, langsung siap
Katalog Konten

24 Tema, 4 Kategori Pembelajaran

Setiap tema membawa panduan prompt spesifik ke Gemini AI β€” narasi yang dihasilkan benar-benar relevan dengan tujuan pembelajarannya, bukan sekadar menebak dari judul.

Sejarah & Budaya Nusantara
Sejarah Deli & Medan Legenda Putri Hijau Jalur Rempah Nusantara +3 tema lain
SEJALAN MISI BI
Literasi Keuangan & Bank Indonesia
Sejarah Rupiah Menjaga Stabilitas Harga Ekonomi Syariah & Bagi Hasil UMKM Naik Kelas Waspada Penipuan Digital +1 tema lain
Sains, Teknologi & Masa Depan
Cyberpunk Kesawan Kota Pintar 2050 AI & Masa Depan Pekerjaan +3 tema lain
Fantasi & Petualangan
Fantasi Epik Nusantara Rimba Sumatra yang Hilang Padepokan Silat Rahasia +3 tema lain
Bukan Sekadar Demo Sekali Pakai

Sistem Operasional 4 Level

Dari panggung cerita langsung sampai pemantauan armada perangkat lintas sekolah β€” dibangun untuk skala nyata, bukan cuma satu ruang kelas.

LEVEL 1
Panggung Cerita

Narasi real-time, sparkline sentimen hidup, mode panggung untuk presentasi layar besar.

LEVEL 2
Ringkasan Sesi

Arc sentimen penuh, jejak kartu & keputusan, kumpulan pertanyaan reflektif otomatis.

LEVEL 3
Analitik Guru

Riwayat sesi tersimpan permanen, tren keterlibatan, kartu paling sering dipakai.

LEVEL 4
Status Perangkat

Pemantauan armada Smart Box online/offline β€” fondasi siap skala multi-sekolah.

Diperkuat HTTPS end-to-end, autentikasi device-token per Smart Box, dan rate-limiting β€” bukan prototipe tempel, arsitektur produksi.
Menjawab Kesenjangan Infrastruktur

Tak Ada Internet? Tak Masalah.

Smart Box otomatis beralih ke hotspot mandiri begitu koneksi internet tidak terdeteksi β€” memastikan pemerataan digitalisasi pendidikan benar-benar merasuk sampai madrasah dan sekolah pelosok desa, sejalan dengan Nilai Asta Cita. Bukan sekolah elite kota saja.

SoftAP Hotspot Mandiri

ESP32-S3 memancarkan jaringan WiFi sendiri lengkap web server ringan bawaan β€” nol kuota data.

Local Procedural Engine

Membaca database narasi langsung dari MicroSD 32GB secara luring, tanpa satu pun panggilan API.

Perpustakaan Tema Tanpa Batas

15 tema (225 node) siap pakai hari ini β€” dan terus bertambah. Tema baru cukup satu file JSON di MicroSD, tanpa mengubah firmware sama sekali.

Auto-Switching

Smart Box mendeteksi status internet otomatis, berpindah mode tanpa campur tangan guru sama sekali.

0 Kuota
Data internet dipakai saat mode offline aktif
15+ Tema
225 node hari ini β€” terus bertambah tanpa batas
Otomatis
Beralih online↔offline tanpa konfigurasi manual
Dirancang sebagai pohon cerita bercabang, bukan matriks kombinatorial β€” pertumbuhan konten linear terhadap jumlah tema yang ditulis, bukan eksponensial yang mustahil dikelola. Guru dan sejarawan daerah bisa terus menyumbang tema baru lewat program kreator lokal.
Perbandingan

Kisah-Kita vs Pendekatan Konvensional

Kriteria Buku Teks Konvensional Ekosistem VR Kisah-Kita
Biaya Pengadaan Sangat murah Rp150-300jt <Rp1,5jt
Interaksi Sosial Kelas Pasif Terisolasi (headset) Kolaboratif tatap muka
Kustomisasi Cerita Statis/mati Terbatas (hardcoded) Adaptif tak terbatas (Gen-AI)
Kebutuhan Infrastruktur Rendah Tinggi (maintenance PC & ruangan) Zero-configuration (BYOD)
Ketergantungan Internet Tidak perlu, tapi statis Wajib β€” gagal total tanpa koneksi Opsional β€” Mode Offline 3T otomatis
Dampak Terukur

Divalidasi Langsung di Kelas

90%

Lonjakan partisipasi aktif siswa di kelas

<4 Detik

Latensi sistem end-to-end via API

0 Insiden

Konten tidak pantas dalam puluhan sesi uji coba lapangan

Siswa yang awalnya pendiam berubah menjadi sangat vokal dan kritis membedah cerita. Belajar sastra jadi seru dan menegangkan!

β€” Uji Coba MAN 3 Medan, testimoni siswa kelas XI
Model Bisnis

3 Pilar Pendapatan, Satu Flywheel

PILAR 1 β€” PENETRASI AWAL
Penjualan Alat Fisik (B2B/B2G)

HPP produksi Rp500.000 β†’ harga jual Rp1.000.000 per unit Smart Box. Margin kotor 50%.

PILAR 2 β€” RECURRING REVENUE
Token "Pulsa Cerita" via QRIS

Sistem prabayar inklusif: Rp20.000 untuk 400 kali interaksi AI. Sekolah & siswa B2C mendapat 50 kuota gratis tiap awal bulan untuk menjaga retensi.

PILAR 3 β€” EKOSISTEM KONTEN
Gig Economy Kreator Lokal

Bagi hasil royalti untuk guru & sejarawan daerah yang menyumbang modul IP baru ke Cloud Kisah-Kita.

Penghematan Sekolah
80%
efisiensi CapEx

Dibanding pengadaan lab VR/AR konvensional per kelas.

Proyeksi ROI β€” Simulasi 50 Sekolah
133%
dalam 5 bulan

Estimasi berdasarkan proyeksi adopsi & pendapatan Pulsa Cerita β€” bukan hasil aktual terukur.

Flywheel Kreator Lokal
1

Cloud Kisah-Kita membuka jalur kontribusi modul

2

Sejarawan/guru menyumbang modul konten baru

3

Sekolah & siswa memakai modul lewat Pulsa Cerita

4

Kreator menerima bagi hasil royalti

Roadmap

12 Bulan Menuju Skala

FASE 1 Β· BULAN 1-3
Foundation & MVP

Transisi dari prototipe lab ke Custom PCB untuk manufaktur mini. Stabilitas API & pengujian caching lokal.

SEDANG BERJALAN
FASE 2 Β· BULAN 4-6
Growth & Traction

Pilot terbuka di 10 sekolah. Pendirian badan hukum, HAKI, integrasi pendaftaran resmi (SIPLah/e-Katalog LKPP) untuk B2G.

FASE 3 Β· BULAN 7-12
Scale & Sustainability

Komersialisasi massal di 50+ sekolah. Peluncuran flywheel Gig Economy Kreator Lokal, eksekusi pembaruan Over-The-Air (OTA) nasional.

Tim

Pedagogi Lapangan Bertemu Rekayasa Infrastruktur

Ahmad Suhendra Sembiring
Cloud VPS & AI Integration Architect
  • Arsitektur Gunicorn async (gevent/eventlet)
  • Integrasi Google Gemini API
  • Optimasi pipeline WebSocket non-blocking
Andy Syahputra
IoT Hardware Prototyper & UX Specialist
  • Arsitektur firmware C++ ESP32-S3
  • Integrasi sensor RFID
  • Human-Computer Interaction (Zero-Config BYOD)

Kombinasi unik antara praktisi pedagogi lapangan dan rekayasa infrastruktur IT yang siap dieksekusi secara masif.

Mendemokratisasi Akses Teknologi Imersif. Merevitalisasi Budaya Nusantara.

Kisah-Kita siap bersinergi dengan Bank Indonesia, OJK, dan Kementerian (Kemenag & Kemendikdasmen) untuk mengakselerasi Asta Cita dan ekonomi kreatif berbasis talenta Gen-Z.