Mengubah siswa dari pembaca pasif menjadi ko-kreator cerita interaktif. Sebuah inovasi "Phygital" berbiaya rendah untuk sekolah di Indonesia.
Smart Box ESP32-S3 + Kartu RFID + Dasbor Web Interaktif
Di era digital, pendidikan literasi lokal menghadapi tantangan besar yang mengancam daya saing talenta Gen Z.
Metode pengajaran naratif konvensional (satu arah) membuat siswa sekadar menjadi konsumen pasif, menghambat pengembangan pola pikir kritis (4C).
Generasi muda semakin berjarak dengan cerita rakyat dan sejarah kearifan lokal (seperti Sejarah Kesawan & Legenda Putri Hijau) karena penyampaian yang dianggap kuno.
Solusi pembelajaran imersif yang ada di pasaran seperti Virtual Reality (VR) membutuhkan biaya jutaan rupiah per siswa, membebani APBN/APBD sekolah.
Menggabungkan interaksi motorik fisik dengan kecerdasan komputasi awan dalam 4 langkah sederhana.
Guru atau siswa memilih tema narasi kebudayaan pada Dashboard Web yang diakses melalui HP masing-masing (BYOD).
Siswa berdiskusi dan menempelkan kartu fisik RFID (mewakili Tokoh, Tempat, atau Aksi) ke perangkat Smart Box di kelas.
Mesin Google Gemini 2.5 Flash memproses input, meracik kelanjutan cerita non-linear, dan menganalisis sentimen emosi seketika.
Audio cerita otomatis diputar, teks & grafik emosi tayang di layar HP. Siswa disuguhi pertanyaan refleksi untuk memicu debat kritis.
Infrastruktur kami memisahkan beban komputasi berat ke Cloud, sehingga perangkat keras di sekolah dapat ditekan harganya hingga 80% lebih murah dibanding solusi VR.
Uji Coba Sistem Real-timeMenggantikan mikrokontroler mahal. Kami menggunakan ESP32-S3 yang gesit dipadukan dengan RFID Reader RC522 dan Layar OLED untuk keandalan input sensor di ruang kelas.
Mesin Generative Language Model canggih yang menghasilkan jutaan permutasi cerita sejarah tervalidasi secara responsif (latency di bawah 4 detik).
Menggunakan ekosistem Flask & WebSocket (Socket.IO). Siswa cukup mengakses web via smartphone tanpa perlu menginstal aplikasi apa pun.
Invensi ini telah divalidasi dan diuji coba melalui Pilot Project nyata di MAN 3 Medan.
"Belajar sastra jadi seru banget! Kami bisa lihat langsung bagaimana cerita kami berubah jadi menegangkan. Fitur pertanyaan refleksinya juga bikin kami mikir lebih dalam."
"Inovasi ini sangat inspiratif. Siswa yang awalnya pasif kini terlihat jauh lebih antusias dan vokal berargumen. Dashboard-nya memudahkan guru mengadopsi metode ini tanpa ribet."
Jelajahi potensi kolaborasi tanpa batas antara sastra budaya lokal, perangkat IoT, dan Kecerdasan Buatan sekarang juga.
Akses Demo Publik